RISE Catat Laba Naik 165%, Pendapatan Tumbuh 12% pada 2025

Vasa Suites Surabaya milik PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk. (RISE). Perseroan mencatat kinerja kuat didorong penjualan apartemen, efisiensi biaya, dan strategi diversifikasi portofolio bisnis. /RISE
Vasa Suites Surabaya milik PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk. (RISE). Perseroan mencatat kinerja kuat didorong penjualan apartemen, efisiensi biaya, dan strategi diversifikasi portofolio bisnis. /RISE

swaranusa.co, JAKARTA — PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk. (RISE) mencatatkan laba naik 165% dengan pendapatan tumbuh 12% sepanjang tahun buku 2025.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian, pendapatan emiten properti dengan portofolio residensial, kawasan industri, serta proyek mixed-use TANRISE ini mencapai Rp410,72 miliar pada 2025, meningkat sekitar 12,35% dibandingkan Rp365,59 miliar pada 2024.

Kenaikan tersebut didorong oleh peningkatan penjualan properti serta kinerja operasional yang lebih optimal.

Segmen penjualan apartemen mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 155% secara tahunan, dengan kontribusi terhadap total pendapatan meningkat menjadi 37% pada 2025 dari sebelumnya 16% di 2024.

Sementara itu, pendapatan dari sektor perhotelan mengalami penurunan akibat pengetatan kebijakan pemerintah, sehingga kontribusinya turun menjadi 44% dari sebelumnya 60%.

Seiring dengan pertumbuhan pendapatan, laba tahun berjalan Perseroan mencapai Rp92,21 miliar atau meningkat sekitar 165% dibandingkan Rp34,81 miliar pada tahun sebelumnya.

Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan laba usaha serta efisiensi biaya operasional yang terus dilakukan.

Laba usaha juga naik menjadi Rp85,90 miliar dari Rp46,66 miliar pada 2024, mencerminkan perbaikan margin dan pengelolaan biaya yang lebih efektif.

Presiden Direktur RISE Budi Agusti mengatakan bahwa capaian ini menunjukkan fundamental bisnis perusahaan yang semakin kuat.

“Pertumbuhan pendapatan yang konsisten serta lonjakan laba tahun berjalan mencerminkan keberhasilan kami dalam mengelola proyek secara selektif dan meningkatkan efisiensi operasional.” katanya kepada wartawan dikutip Jumat (27/3/2026).

Dari sisi struktur pendapatan, segmen pengembangan real estat tetap menjadi kontributor terbesar dengan porsi 54% atau Rp220,9 miliar, sejalan dengan fokus utama bisnis perusahaan.

Di sisi lain, segmen perkantoran dan hospitality mulai memberikan kontribusi yang lebih stabil melalui pendapatan berulang (recurring income), seiring dengan pemulihan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Memasuki 2026, Perseroan akan fokus pada pengembangan proyek dengan tingkat serapan pasar yang tinggi serta mempercepat monetisasi proyek yang sudah berjalan untuk memperkuat arus kas.

Selain itu, tambah Budi, perusahaan juga akan meningkatkan kontribusi pendapatan berulang dari sektor hospitality dan aset komersial guna menjaga stabilitas kinerja jangka panjang.

“Dengan landasan kinerja yang kuat di 2025, Perseroan optimistis dapat melanjutkan momentum pertumbuhan pada tahun-tahun mendatang. Melalui strategi pengembangan proyek yang terukur serta diversifikasi portofolio sekaligus menjaga disiplin keuangan untuk memastikan keberlanjutan kinerja di tengah dinamika industri properti,” jelasnya.

Share

Berita Terkait