Dharma Polimetal (DRMA) Catat Penjualan Rp5,9 Triliun Sepanjang Tahun 2025

Pabrik PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA). Perseroan bukukan kinerja solid 2025 dan targetkan pertumbuhan penjualan tahun 2026. /DRMA
Pabrik PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA). Perseroan bukukan kinerja solid 2025 dan targetkan pertumbuhan penjualan tahun 2026. /DRMA

swaranusa.co, JAKARTA — Emiten manufaktur komponen otomotif PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025 dengan membukukan penjualan sebesar Rp5,9 triliun di tengah kondisi industri otomotif domestik yang tengah menghadapi berbagai tantangan.

Presiden Direktur Irianto Santoso mengatakan bahwa strategi diversifikasi produk dan segmen bisnis menjadi faktor utama yang mendorong kinerja perusahaan.

“Strategi diversifikasi produk dan segmen bisnis merupakan kunci pencapaian kinerja ini, karena berhasil membantu Perseroan menjaga pertumbuhan di tengah dinamika pasar yang berlangsung,” katanya kepada wartawan melalui keterangan pers, Minggu (15/3/2026).

Melalui strategi tersebut, Perseroan mampu mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 8% pada 2025. Angka ini melampaui kinerja industri otomotif domestik yang justru mengalami perlambatan.

Dalam komposisi pendapatan, segmen kendaraan roda 2 menjadi kontributor terbesar dengan porsi mencapai 62% dari total penjualan perusahaan sepanjang tahun lalu.

Sementara itu, segmen kendaraan roda empat yang sebelumnya mengalami perlambatan akibat penurunan penjualan industri otomotif mulai menunjukkan tanda pemulihan sejak kuartal III 2025.

Kinerja penjualan yang kuat tersebut turut mendorong perusahaan mencatatkan laba bersih sebesar Rp664,4 miliar, atau Rp613,5 miliar setelah penyesuaian negative goodwill.

“Pencapaian ini mencerminkan pertumbuhan berkelanjutan dari bisnis inti Perseroan,” tambah Irianto.

Untuk memperkuat bisnisnya, perusahaan juga melakukan langkah strategis melalui akuisisi terhadap PT Mah Sing Indonesia senilai Rp41 miliar pada akhir November 2025.

Akuisisi tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas manufaktur sekaligus memperluas lini produk komponen kendaraan roda empat.

Selain bisnis inti otomotif, perusahaan juga mengembangkan peluang di sektor kendaraan listrik dan energi terbarukan.

Salah satu pengembangan yang dilakukan adalah produksi auxiliary battery lithium 12V dengan varian 12V 6Ah dan 12V 3,5Ah yang dapat digunakan untuk berbagai tipe sepeda motor.

Perusahaan juga mengembangkan Battery Energy Storage System (BESS) sebagai salah satu potensi sumber pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Di sisi lain, Perseroan terus memperluas pasar ekspor dengan meningkatkan kapasitas produksi komponen seperti wiring harness dan komponen otomotif lainnya guna memenuhi permintaan pasar global.

Dengan kinerja yang solid pada 2025, perusahaan menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 10% pada tahun 2026.

Untuk mencapai target tersebut, perusahaan telah menyiapkan sejumlah strategi, antara lain peluncuran produk baru, ekspansi pasar, serta penguatan kapabilitas manufaktur.

“Dengan penerapan strategi diversifikasi produk dan penguatan kapabilitas manufaktur ini, kami optimistis akan dapat menjaga pertumbuhan DRMA yang berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi kompetitif di industri otomotif,” terang Irianto.

Share

Berita Terkait