swaranusa.co, JAKARTA — Pemerintah resmi memulai pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Meikarta sebagai bagian dari percepatan Program 3 Juta Rumah yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Proyek tersebut diharapkan menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga pembiayaan dalam menyediakan hunian terjangkau bagi masyarakat.
Prosesi peletakan batu pertama proyek rusun tersebut dihadiri Utusan Khusus Presiden sekaligus Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, dan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani.
Ada pula pendiri Lippo Group Mochtar Riady, Ketua Yayasan Pendidikan Pelita Harapan James Riady, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Anindya N. Bakrie, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Republik Indonesia Rionald Silaban, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, serta Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja dan Wali Kota Depok Supian Suri.
Maruarar mengapresiasi peran Lippo Group dan Danantara Indonesia yang dinilai mampu mempersiapkan proyek tersebut dalam waktu relatif singkat hingga tahap groundbreaking.
“Kami juga berterima kasih kepada pendiri Lippo Group, Bapak Mochtar Riady, atas dukungan dan kontribusinya bagi pembangunan perumahan rakyat,” katanya dikutip melalui keterangan pers, Senin (9/3/2026).
Sebelum memulai proyek, pemerintah memastikan kepastian hukum dengan melakukan konsultasi langsung kepada Komisi Pemberantasan Korupsi.
Maruarar menjelaskan bahwa langkah tersebut dilakukan untuk menjamin keamanan hukum bagi masyarakat calon pembeli, lembaga perbankan, serta pengembang yang terlibat.
“Saya datang langsung ke KPK untuk memastikan semuanya clear and clean sehingga memberikan kepastian hukum bagi masyarakat yang akan membeli, bagi perbankan, serta bagi para pengembang,” jelasnya.
Menurut Maruarar, pembangunan hunian vertikal dipilih karena lebih efisien dalam pemanfaatan lahan sekaligus mampu meningkatkan jumlah unit rumah yang tersedia.
Dari total lahan sekitar 30 hektare di kawasan Meikarta, proyek ini diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 141.000 unit hunian.
“Jika dibangun rumah tapak, mungkin membutuhkan sekitar 1.200 hektare lahan. Dengan pembangunan vertikal, lahan yang digunakan jauh lebih efisien,” ujarnya.
Selain proyek di Bekasi, pemerintah juga tengah menyiapkan pengembangan proyek serupa di Depok dengan memanfaatkan lahan milik Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia seluas sekitar 45 hektare.
Kawasan tersebut berpotensi dikembangkan menjadi sekitar 170.000 unit hunian.
Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo menilai proyek rusun subsidi Meikarta dapat menjadi proyek percontohan dalam Program 3 Juta Rumah karena melibatkan banyak pihak dan memiliki dampak ekonomi yang signifikan.
“Industri perumahan memiliki multiplier effect yang sangat besar terhadap perekonomian. Dampaknya bisa 1,5 hingga 5 kali terhadap pertumbuhan ekonomi karena ada sekitar 185 sektor usaha yang terkait dengan bisnis properti, konstruksi, dan perumahan,” jelasnya.
Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani menegaskan komitmen dukungan pembiayaan dari Danantara Indonesia terhadap proyek tersebut.
“Dari sisi pembiayaan, Danantara akan mendukung penuh proyek ini karena kami melihat ini sebagai proyek yang sangat baik dan memiliki dampak besar. Selain itu, BUMN karya juga dapat berkolaborasi bersama kontraktor swasta dalam pembangunan,” kata Rosan.
Pembangunan tahap awal direncanakan berlangsung di atas lahan seluas sekitar 12,8 hektare dengan rencana pembangunan 18 tower rumah susun setinggi sekitar 32 lantai.
Total nilai investasi proyek diperkirakan mencapai Rp14 triliun hingga Rp16 triliun.



