BRI Dominasi Realisasi Kredit Program Perumahan Awal 2026

Direktur Utama BRI Hery Gunardi saat menerima kunjungan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Kantor Pusat BRI, Rabu (4/2/2025). BRI konsisten memperluas KPR subsidi untuk mendukung Program Asta Cita dan perumahan nasional. /BRI
Direktur Utama BRI Hery Gunardi saat menerima kunjungan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Kantor Pusat BRI, Rabu (4/2/2025). BRI konsisten memperluas KPR subsidi untuk mendukung Program Asta Cita dan perumahan nasional. /BRI

swaranusa.co, JAKARTA — Dukungan sektor perbankan terhadap Kredit Program Perumahan (KPP) terus menguat pada awal 2026. Dalam periode 1 Januari hingga 26 Februari 2026, Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencatatkan realisasi penyaluran KPP terbesar secara nasional.

Dari total pembiayaan KPP senilai Rp6,10 triliun, BRI menyalurkan Rp3,42 triliun kepada 25.909 debitur, atau lebih dari separuh total debitur nasional.

Kinerja tersebut mempertegas peran BRI dalam memperluas akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Dirjen Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati mengatakan bahwa pemerintah apresiasi tinggi kepada BRI yang telah menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung Kredit Program Perumahan.

“Realisasi yang sangat signifikan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah dan perbankan berjalan efektif,” katanya dikutip melalui keterangan pers, Minggu (1/3/2026).

Sri menjelaskan bahwa keterlibatan aktif perbankan menjadi faktor krusial dalam mendorong peningkatan serapan dan realisasi KPP secara nasional agar target pembiayaan sektor perumahan dapat tercapai secara optimal.

Program KPP atau KUR Perumahan ditujukan bagi UMKM pengembang, kontraktor, serta pedagang bahan bangunan dengan subsidi bunga 5%, plafon pembiayaan hingga Rp5 miliar, dan fasilitas revolving sampai Rp20 miliar.

Skema tersebut juga menyasar UMKM lintas sektor untuk pembelian, pembangunan, maupun renovasi rumah penunjang usaha, dengan suku bunga 6% dan plafon hingga Rp500 juta.

Share

Berita Terkait