Program Gentengisasi PKP Tata Kawasan Menteng Tenggulun

Salah satu rumah kawasan padat penduduk di Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mulai Gentengisasi Menteng Tenggulun, renovasi rumah dan penguatan ekonomi warga. /PKP
Salah satu rumah kawasan padat penduduk di Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mulai Gentengisasi Menteng Tenggulun, renovasi rumah dan penguatan ekonomi warga. /PKP

swaranusa.co, JAKARTA — Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memulai Program Gentengisasi dalam rangka penataan kawasan padat penduduk di Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat.

Program tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas rumah tidak layak huni, perbaikan sanitasi, serta penguatan ekonomi warga melalui pemberdayaan UMKM.

Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati mengatakan bahwa penataan kawasan dilakukan melalui kolaborasi antara instansinya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sektor perbankan, pelaku CSR, serta Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta.

Sebanyak 52 rumah ditargetkan direnovasi menjadi layak huni, dengan 23 di antaranya milik pelaku UMKM yang juga akan memperoleh pembinaan lanjutan.

“10 UMKM lain juga akan kami bina untuk pembiayaan. Semua pembiayaan renovasi rumah dan penataan lorong dilakukan melalui dana CSR secara gotong royong,” katanya kepada wartawan dikutip melalui keterangan pers, Selasa (24/2/2026).

Sri menjelaskan bahwa penataan kawasan tidak hanya mencakup renovasi rumah, tetapi juga perbaikan lorong serta pengembangan kawasan wisata kuliner berbasis UMKM.

Menteng Tenggulun yang dikenal sebagai kawasan padat di tengah wilayah elite Menteng akan dijadikan percontohan “Kampung Gotong Royong” dengan konsep hunian sehat dan ekonomi warga yang berkembang.

Program ini turut melibatkan kelompok “Ladies Banker” untuk memberikan pendampingan literasi keuangan dan pengembangan usaha kepada pelaku UMKM.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berkomitmen menata jalur dan koridor usaha warga agar lebih tertib dan menarik.

Ketua IAI Jakarta 2024–2027 Teguh Aryanto menyampaikan bahwa renovasi difokuskan pada standar rumah sehat, termasuk perbaikan sanitasi, pencahayaan, dan atap rumah.

“Program Gentengisasi ini mengikuti arahan Bapak Presiden agar masyarakat tidak lagi menggunakan atap seng, melainkan genteng yang lebih layak dan tahan lama,” jelasnya.

Lebih dari 50 arsitek IAI Jakarta terlibat secara pro bono dalam perancangan desain rumah dan tata ruang kawasan.

Estimasi awal kebutuhan anggaran mencapai sekitar Rp5 miliar yang bersumber dari dana CSR.

Pelaksanaan fisik dijadwalkan dimulai setelah Lebaran 2026 dengan target penyelesaian bertahap pada Juni hingga Juli 2026.

“Konsepnya tidak hanya memperbaiki rumah, tapi juga membangun semangat gotong royong antarwarga, pemerintah, dan dunia usaha. Kami ingin Menteng Tenggulun menjadi contoh bagaimana kawasan padat bisa bertransformasi menjadi lingkungan yang sehat, tertib, dan berdaya ekonomi,” tutup Sri Haryati.

Share

Berita Terkait