swaranusa.co, JAKARTA — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) bersama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) terus mempererat kolaborasi dalam pengembangan energi panas bumi guna mendukung transisi energi nasional.
Penguatan sinergi ditandai dengan kunjungan PLN ke Area Lahendong milik PGEO di Tomohon, Sulawesi Utara pekan lalu, Kamis (12/2/2026).
Rombongan PLN yang dipimpin Executive Vice President Manajemen Panas Bumi John Y.S. Rembet bertemu langsung dengan Direktur Operasi PGE, Andi Joko Nugroho, di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Lahendong.
Pertemuan tersebut membahas optimalisasi pembangkit yang telah beroperasi, rencana pengembangan proyek greenfield dan brownfield, serta penguatan kemitraan strategis kedua BUMN.
Andi Joko mengatakan bahwa kunjungan tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam mengembangkan potensi panas bumi, khususnya di wilayah Sulawesi dan Sumatra.
“Kunjungan ini menjadi sarana untuk memastikan operasional panas bumi berjalan selaras dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, mengingat PLN merupakan off taker utama energi panas bumi yang diproduksi oleh PGE,” katanya di Tomohon dikutip melalui keterangan pers, Selasa (17/2/2026)
Selain itu, kedua pihak membahas dokumen teknis proyek PLTP Lahendong unit 7 dan 8, perjanjian jual beli uap untuk PLTP Kotamobagu Unit I–IV, serta pengembangan WKP Sungai Penuh.
PLTP Lahendong telah beroperasi sejak 2001 dan menjadi salah satu penopang utama sistem kelistrikan di Sulawesi Utara, dengan kontribusi hingga 24% terhadap kebutuhan listrik wilayah tersebut.
Andi Joko berharap kerja sama yang semakin solid dapat memperkuat peran PGEO dalam menjaga ketahanan energi nasional, mempercepat transisi menuju energi bersih, serta mendukung target penurunan emisi karbon.
“Kami juga ingin memastikan peran dalam mendukung target net zero emission melalui pengembangan energi bersih berbasis panas bumi,” jelasnya.
Saat ini, PGEO mengelola kapasitas terpasang sebesar 1.932 MW atau sekitar 70% dari total kapasitas panas bumi nasional.
Sepanjang 2024, pembangkitan listrik berbasis panas bumi PGEO mencapai 4.827 GWh, yang memasok listrik ramah lingkungan bagi lebih dari 2 juta rumah tangga.





