Menteri PKP, BRI, dan PNM Bahas Penurunan Bunga Kredit Usaha

Pertemuan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Hery Gunardi, dan Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Arief Mulyadi di kantor Kementerian PKP, Jakarta, Senin (9/2/2026). Sinergi PKP, BRI, dan PNM diarahkan memperkuat rumah subsidi dan menurunkan bunga kredit usaha. /Kementerian PKP
Pertemuan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Hery Gunardi, dan Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Arief Mulyadi di kantor Kementerian PKP, Jakarta, Senin (9/2/2026). Sinergi PKP, BRI, dan PNM diarahkan memperkuat rumah subsidi dan menurunkan bunga kredit usaha. /Kementerian PKP

swaranusa.co, JAKARTA — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menerima kunjungan Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Hery Gunardi dan Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Arief Mulyadi membahas penurunan bunga kredit usaha.

Pertemuan di kantor Kementerian PKP, Jakarta, kemarin, Senin (9/2/2026) tersebut juga membahas penguatan sinergi pembiayaan perumahan subsidi selain rencana penurunan suku bunga kredit usaha PNM Mekaar bagi ibu-ibu penerima rumah subsidi yang menjalankan usaha mikro.

Dalam kesempatan itu, Menteri PKP juga menyampaikan apresiasi atas peningkatan kontribusi BRI dalam mendukung program perumahan subsidi nasional.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Dirut BRI yang sudah membantu masyarakat lewat perumahan subsidi. Naik 100% dari 16 ribu.000 di tahun 2024 menjadi 32.000 unit di tahun 2025. Ini bukti nyata keberpihakan perbankan untuk rakyat kecil,” katanya melalui keterangan pers.

Berdasarkan data PNM yang dipaparkan dalam pertemuan tersebut, hingga Februari 2026 jumlah nasabah aktif PNM Mekaar telah mencapai 16,2 juta orang.

Nasabah tersebut tersebar di 36 provinsi serta 60.260 desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.

Program Mekaar dinilai menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan prasejahtera.

Maruarar menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga untuk menciptakan dampak ekonomi berlapis, khususnya di kawasan perumahan rakyat.

Dia juga mengungkapkan adanya rencana terobosan terkait kredit usaha PNM yang akan diumumkan akhir pekan ini, Jumat (13/2/2026).

“Salah satunya soal rencana penurunan bunga Mekar untuk ibu-ibu di rumah subsidi agar mereka bisa membuka usaha dengan lebih ringan. Hari Jumat di Sumedang jam di kantor BRI acaranya kita akan buat gebrakan ya,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyatakan komitmen BRI untuk terus mendukung kolaborasi tersebut, terutama dalam memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah serta pelaku usaha mikro.

“BRI akan terus mendukung pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR, serta berkolaborasi dengan PNM untuk membantu ibu-ibu Mekar di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Share

Berita Terkait