swaranusa.co, JAKARTA — Malayan Banking Berhad (Maybank Group) resmi meluncurkan strategi lima tahun terbaru hingga 2030 yang diberi nama ROAR30.
Strategi ini dirancang untuk memperkuat komitmen Maybank Group dalam mewujudkan prinsip Humanising Financial Services, mengembangkan bisnis berskala besar guna mempertahankan posisi kepemimpinan di industri perbankan, serta membangun fondasi strategis yang berkelanjutan agar perusahaan tetap tangguh menghadapi tantangan masa depan.
ROAR30 dibangun di atas tiga pilar utama. Pilar pertama sekaligus menjadi inti strategi adalah Humanising Financial Services yang berfokus pada layanan keuangan berbasis nilai.
Pilar ini memiliki tiga tujuan utama, yakni memberikan pengalaman unggul bagi nasabah, menciptakan dampak positif bagi masyarakat, serta mendorong pertumbuhan dan penguatan ekonomi riil secara berkelanjutan.
Sejalan dengan pertumbuhan segmen wealth management, meningkatnya arus perdagangan dan investasi ke kawasan Asean, serta permintaan global terhadap keuangan berbasis Syariah, Maybank Group melihat peluang besar untuk mengoptimalkan keunggulan regional yang dimiliki.
Oleh karena itu, pilar strategis kedua difokuskan pada pengembangan empat lini bisnis berskala besar, meliputi institusi keuangan syariah global, manajemen kekayaan regional, bank transaksi dan pembayaran regional, serta bank korporasi dan investasi regional.
Pilar ketiga diarahkan untuk memperkuat daya tahan jangka panjang Maybank Group melalui penguatan landasan strategis perusahaan.
Fokus utama pilar ini mencakup pengembangan tenaga kerja, budaya, dan organisasi yang berkualitas, pemanfaatan teknologi, data, serta kecerdasan buatan (AI) secara optimal, serta peningkatan produktivitas dan efisiensi alokasi modal guna mendorong kinerja perusahaan.
Melalui implementasi strategi ROAR30, Maybank Group menargetkan pertumbuhan yang lebih kuat dan berkelanjutan dengan sasaran return on equity (ROE) sebesar 13–14% pada 2030.
Selain itu, perusahaan juga membidik peningkatan sejumlah indikator kinerja utama lainnya, antara lain net interest margin (NIM) di atas 2,05%, rasio biaya terhadap pendapatan (cost-to-income ratio/CIR) sebesar 47% atau lebih rendah, serta rasio CASA di atas 41%.
Pada peluncuran strategi tersebut, President & Group CEO Maybank Dato’ Sri Khairussaleh Ramli mengatakan bahwa ROAR30 merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapabilitas dan kinerja Maybank Group dalam melayani nasabah dan seluruh pemangku kepentingan secara berkelanjutan.
Seiring dengan selesainya strategi M25+ yang juga punya Perseroan, rencana lima tahun ke depan menegaskan tujuan Maybank Group dengan fokus menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham melalui peningkatan ROE yang berkelanjutan.
“Melalui strategi ROAR30, kini Maybank Group memasuki fase percepatan pertumbuhan dengan membangun bisnis berskala besar untuk memaksimalkan peran bank di pasar Asean yang kian signifikan,” katanya kepada wartawan melalui keterangan pers, Rabu (28/1/2026).
Dato’ Sri menjelaskan bahwa Malaysia, Indonesia, dan Singapura akan menjadi pasar utama pendorong pertumbuhan dan profitabilitas ke depan, didukung keunggulan masing-masing pasar.
Bertumpu pada rekam jejak, Maybank melihat tiga negara tersebut sebagai pasar utama yang akan menjadi pendorong utama pertumbuhan dan profitabilitas, didukung oleh keunggulan penawaran yang dimiliki masing-masing pasar.
“Di luar pasar utama, kami akan menghubungkan rekam jejak regional kami melalui strategi jaringan yang terpadu untuk mendukung nasabah di manapun mereka berada,” jelasnya.
Lebih lanjut, Maybank Group juga menaruh perhatian besar pada kesiapan menghadapi masa depan melalui transformasi organisasi dan teknologi.
Dato’ Sri menerangkan bahwa Perseroan juga berupaya mempersiapkan perusahaan menghadapi masa depan, membentuk tenaga kerja yang fleksibel dengan pola pikir dan budaya transformatif, mendorong pembelajaran berkelanjutan, menerapkan modernisasi teknologi, serta mengoptimalkan produktivitas dan kinerja keuangan.
“Sebagai tujuan akhir, Maybank Group, melalui ROAR30, bertujuan untuk memastikan dampak yang bermakna dan penciptaan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk nasabah, komunitas, dan perekonomian yang kami layani,” terangnya.





