swaranusa.co, JAKARTA — Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mempercepat pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Pada tahap awal, sebanyak 120 unit hunian tetap telah diserahkan kepada masyarakat sebagai bagian dari proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Penyerahan kunci dilakukan dalam agenda resmi tahap pertama yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan.
Dalam program ini, Kementerian PKP berperan dalam pembangunan hunian tetap komunal untuk masyarakat terdampak.
Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan bahwa pemerintah berkomitmen dalam memastikan pembangunan hunian berjalan tepat waktu dengan kualitas yang baik, sehingga masyarakat dapat segera menempati rumah yang layak.
“Kementerian PKP hadir untuk memastikan masyarakat yang terdampak bencana dapat segera memiliki hunian yang layak, aman, dan nyaman. Pembangunan hunian tetap ini kami percepat melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan,” katanya di lokasi dikutip melalui keterangan pers, Minggu (29/3/2026).
Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Tito Karnavian menjelaskan bahwa percepatan pembangunan hunian di Tapanuli Selatan termasuk yang tercepat dalam penanganan pascabencana di wilayah Sumatera.
“Ini termasuk gotong royong tercepat dalam penanganan pascabencana. Prosesnya sangat cepat karena koordinasi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pihak yang terlibat,” jelasnya.
Tito menambahkan bahwa keberhasilan tersebut didukung oleh sinergi lintas kementerian/lembaga serta kesiapan pemerintah daerah dalam menyediakan data korban berbasis nama dan alamat yang telah diverifikasi oleh Badan Pusat Statistik.
Selain pembangunan hunian, pemerintah juga memberikan berbagai bantuan selama masa pemulihan, antara lain Dana Tunggu Hunian sebesar Rp1,8 juta untuk tiga bulan, bantuan Jaminan Hidup Rp15.000 per orang per hari, bantuan perabot rumah tangga Rp3 juta, serta dukungan stimulan ekonomi sebesar Rp5 juta.





